PERANGKAT LUNAK PEMBELAJARAN KOLABORATIF DARING
Pembelajaran jarak jauh kolaboratif adalah kelas yang diadakan tanpa tatap muka secara langsung antara pengajar dan yang menerima bahan ajar. Kelas virtual berhubungan langsung dengan internet. Dimana pengajar menyediakan sebuah forum kepada para penerima bahan ajar dan melakukan diskusi seperti kegiatan belajar mengajar dikelas.
1) Pembelajaran Jarak Jauh
Pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam rangka revolusi pembelajaran mencakup faktor-faktor kunci sebagai berikut.
a. Konektivitas
Akses terhadap beraneka ragam informasi meng gunakan bantuan mesin pencari seperti Google atau Bing.
b. Fleksibilitas
Belajar dapat dilaksanakan di mana saja dan kapan saja. Dalam kelas konvensional, guru adalah sumber belajar utama bagi siswa termasuk dengan cara belajar yang terjadwal dalam kelas. Namun demikian, jika kelas konvensional diperkaya dengan TIK, siswa dapat menentukan waktu yang tepat untuk belajar selama menggunakan komputer dan mengakses internet.
c. Interaksi
Dalam beberapa model ujian, juga dimungkinkan untuk mendapatkan hasil penilaian maupun umpan balik secara otomatis, sehingga tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui hasil penilaian ujian.
d. Kolaborasi
Penggunaan perangkat diskusi melalui internet dapat mendukung pembelajaran kolaborasi di luar ruang kelas. Dengan demikian, siswa dapat berkomunikasi,berdiskusi, bertukar pendapat mengenai sebuah ide, permasalahan, maupun solusi dengan teman satu kelas atau guru pembimbing.
e. Peluang Pengembangan
Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, seorang guru dapat memberikan instruksi dari tempat tertentu dan siswa tetap dapat mengikuti instruksinya walaupun berada di tempat yang berbeda.
f. Motivasi
Penggunaan multimedia dapat membuat pembelajaran lebih menarik, misalnya mengunduh berbagai sumber belajar, baik berupa video atau animasi yang menjelaskan konsep atau peristiwa tertentu.
2) Pembelajaran Kolaboratif
Pembelajaran kolaboratif merupakan sebuah proses di mana peserta didik pada berbagai tingkat kemampuan (kinerja) bekerja sama dalam kelompok kecil menuju tujuan bersama. Metode pembelajaran kolaboratif (collaborative learning) merupakan jenis metode pembelajaran yang memfokuskan pada keberhasilan proses. Hal ini berbeda dengan metode pembelajaran kooperatif yang fokus pada hasil.
Terdapat karakteristik dasar pembelajaran kolaboratif, yaitu sebagai berikut :
➢ Tujuan kelompok
➢ Tanggung jawab individual
➢ Kesempatan yang sama untuk mencapai keberhasilan
➢ Kompetisi antarkelompok
➢ Pengkhususan tugas
➢ Adaptasi terhadap kebutuhan-kebutuhan individu
3) Jenis-Jenis Perangkat Lunak Pendukung Kelas Maya
▪ AC (Academic Constructive Controversy)
Metode dimana setiap kelompok siswa memegang tugas atau perannya masing- masing pro dan kontra.
▪ CIM (Complex Instruction Method)
Metode pembelajaran cooperative yang harus ditempuh untuk mencari keterangan dan investigasi yang diarahkan pada penemuan pemecahan masalah matematik dalam situasi kehidupan nyata.
▪ TAI (Team Accelerated Instruction)
Model kooperatif tipe team accelerated instruction adalah setiap siswa secara individual belajar materi pembelajaran yang sudah dipersiapkan oleh guru.
▪ CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition)
Metode pembelajaran terpadu antara kemampuan membaca dan menulis yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran untuk membantu siswa memahami isi bacaan yang dilakukan secara individu maupun kelompok.
▪ JM (Jigsaw Method)
Metode belajar kooperatif dengan cara siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri atas empat sampai dengan enam orang secara heterogen. Siswa bekerja sama saling ketergantungan positif dan bertanggung jawab secara mandiri.
▪ LT (Learning Together)
Metode pembelajaran kooperatif yang dilakukan dengan cara mengelompokkan mahasiswa secara heterogen yang berbeda tingkat kemampuan dalam satu organisasi.
▪ TGT (Teams Games Tournament)
Model pembelajaran dengan menggunakan tim, format pembelajaran, dan lembaran kerja/tugas, dengan siswa memainkan pertandingan-pertandingan akademik di dalam Turnamen Mingguan sebagai ganti KUIS.
▪ CSCL (Computer-Supported Collaborative Learning)
Model pembelajaran yang membawakan keuntungan dari model pembelajaran kolaboratif dan kooperatif untuk pelaku pembelajar yang terlokalisasi dengan sebuah jaringan komputer.
▪ LMS (Learning Management Systems)
Aplikasi perangkat lunak untuk kegiatan dalam jaringan, program
pembelajaran elektronik, dan isi pelatihan.
▪ STAD (Student Team Achievement Divisions)
Metode kooperatif yang paling simpel bagi pendidik yang baru permulaan menggunakan pendekatan kooperatif. Secara garis besar, dalam STAD meliputi lima kegiatan utama, yakni presentasi kelas, pembentukan tim, kuis, penilaian kemajuan belajar individual, dan penghargaan pada tim.
▪ Collaborative Learning Development
Memungkinkan pengembang sistem pembelajaran untuk bekerja sebagai sebuah jaringan. Secara khusus hal ini relevan dengan e-learning di mana pengembang dapat berbagi dan membangun pengetahuan di program studi dalam lingkungan kolaboratif. Pengetahuan tentang subjek tunggal dapat ditarik bersama-sama dari lokasi yang berbeda secara geografis menggunakan sistem perangkat lunak. Contoh sistem ini adalah Content Point dari Atlantic Link.
▪ Collaborative Learning in Virtual Worlds
Pertama-tama pembelajaran di dunia virtual terbatas pada pertemuan kelas dan kuliah, mirip dengan rekan-rekan mereka dalam kehidupan nyata. Sekarang pembelajaran kolaboratif berkembang sebagai perusahaan yang mulai memanfaatkan fitur unik yang ditawarkan oleh ruang dunia maya – seperti kemampuan untuk merekam dan memetakan aliran ide, menggunakan model 3D dan virtual worlds mind mapping tool.
4) Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Kolaboratif Daring
a. Kelebihan
➢ Merupakan media komunikasi yang efektif, cepat dan kredibel untuk menyampaikan materi elearning dari seorang pakarnya.
➢ Kelas tidak membutuhkan bentuk fisik lagi, semuanya dapat dibangun dalam aplikasi Internet.
➢ Dapat diakses dari lokasi mana saja dan bersifat global.
➢ Siswa dapat belajar saling tukar informasi satu dengan yang lain seperti dengan instruktur.
➢ Mengakomodasi keseluruhan proses belajar dan juga transaksi. Materi dapat dirancang secara multimedia dan dinamis.
b. Kekurangan
➢ Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
➢ Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet.
➢ Kurangnya penguasaan dasar-dasar penggunaan komputer oleh siswa.
5) Alat dan Komponen yang dibutuhkan pada Pembelajaran
Kolaboratif Daring
▪ Perangkat keras (hardware): komputer pc, laptop, netbook, smartphone maupun tablet atau gadget pendukung lainnya.
▪ Perangkat lunak (software): Learning Management System (LMS), Learning Content Management System (LCMS), Social Learning Network (SLN).
▪ Infrastruktur: Jaringan intranet (Local Area Network) dan Internet.
▪ Konten Pembelajaran.
6) Alasan Pembelajaran Model Kolaboratif Penting
➢ Siswa tidak dibeda-bedakan.
➢ Belajar lebih bermakna dan konstruktif.
➢ Mengatasi rasa jenuh dan stress.
➢ Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kerjasama.
➢ Menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dan sosial.
➢ Membiasakan penggunaan perangkat digital yang variatif.
7) Manfaat dari Pembelajaran Kolaboratif
➢ Meningkatkan pengetahuan anggota kelompok karena interaksi dalam kelompok merupakan faktor berpengaruh terhadap penguasaan konsep.
➢ Siswa belajar memecahkan masalah bersama dalam kelompok.
➢ Memupuk rasa kebersamaan antarsiswa, setiap individu tidak dapat lepas dari kelompoknya, mereka perlu mengenali sifat dan pendapat yang berbeda, serta mampu mengelolanya.
➢ Meningkatkan keberanian memunculkan ide atau pendapat untuk memecahkan masalah bagi setiap siswa yang diarahkan untuk mengajar atau memberi tahu kepada teman kelompoknya jika mengetahui dan menguasai permasalahan.
➢ Setiap anggota melihat dirinya sebagai bagian dari kelompok yang merasa memiliki tanggung jawab karena kebersamaan dalam belajar sehingga mereka memperhatikan kelompoknya.
(B) Fitur Pembelajaran Kolaboratif Daring (Kelas Maya)
1) Klasifikasi Jejaring Sosial Pendidikan untuk Kelas Maya
Konsep ini sering digambarkan dalam diagram jaringan sosial yang mewujudkan simpul sebagai titik dan ikatan sebagai garis penghubungnya. Beberapa situs web jejaring sosial yang umumnya digunakan adalah Facebook dan Twitter didominasi oleh Indonesia, sedangkan Friendster, Hi5, dan MySpace didominasi oleh Inggris. Sedangkankhusus untuk pendidikan menggunakan Edmodo, JIBAS, dan juga Geschool.
2) Fitur dan Pendaftaran Kelas Maya pada Jejaring Sosial Pendidikan
a. Fitur Jejaring Sosial Pendidikan (Edmodo)
Fitur-fitur yang dimiliki Edmodo di antaranya pembuatan akun yang mudah, fasilitas untuk memposting berita, tugas, quiz, dan jajak pendapat. Fitur ini memudahkan pengajar dalam menunjukkan materi-materi yang terhubung dengan topik yang di ajarkan.
b. Pendaftaran Jejaring Sosial Pendidikan (Edmodo)
1. Pendaftaran akun
2. Pengaturan profil
Cara melakukan setting profile dengan klik tombol Account > setting. Pada halaman ini, siswa diharapkan mengubah foto, mengisi identitas diri, dan set notifications ke email mereka masing-masing.
a) Account
b) Password
Siswa dapat mengubah kata sandi (password) dengan kata sandi yang baru. Setelah selesai klik pengatur Save.
3. Beraktivitas dengan Edmodo
a) Note
Catatan (note) dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan siswa, misalnya untuk memberikan informasi mengenai kelas di Edmodo, menginformasikan materi yang harus dipelajari siswa, dan sebagainya.
b) Search and filter
Untuk melakukan pencarian terhadap guru, siswa, komunitas, maupun posting yang telah dilakukan dalam kelas dengan cara mengetik keyword dari kata yang dicari di search posts yang ada di pojok kanan atas navigation bar.
c) Polling
Siswa dapat menggunakan fitur jakak pendapat (polling) sebelum pelajaran dimulai untuk mengetahui informasi apa saja yang telah diketahui oleh para siswa sebelum pelajaran dimulai. Untuk mengaktifkan fitur ini juga cukup dengan klik Poll, kemudian tuliskan pertanyaan dan jawaban.
SELESAI